1. Pengeluaran baik vs Pengeluaran buruk
apa yang dilakukan kebanyakan orang setelah mendapatkan penghasilan / gajian? mereka merayakannya, mereka pergi nonton, makan enak, beli pakaian baru, ganti hp, ganti motor / mobil, jalan2, ini adalah semua contoh pengeluaran yang buruk. anda harus sangat berhati2 dgn pengeluaran seperti ini
anda harus bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, contoh2 pengeluaran di atas ialah keinginan, bukan kebutuhan.
pengeluaran
utk kebutuhan ialah sesuatu yang perlu dan pasti harus dikeluarkan
misalnya pengeluaran untuk makan sehari-hari, membayar tagihan
listrik/telp, membeli obat kalau sakit, membayar sewa rumah dsb, ini
adalah kebutuhan yang wajib, akan tetapi meskipun begitu, pengeluaran
ini masih bisa diminimalisir, misalnya bila keberatan bayar biaya sewa
rumah, carilah rumah yang lebih kecil dan murah, bila merasa berat makan
di restoran tiap hari, masaklah sendiri. pengeluaran seperti ini saya
sebut dengan pengeluaran normal (tidak baik ataupun buruk), anda harus
cermat utk pengeluaran seperti ini
sedangkan pengeluaran baik
ialah pengeluaran yang memberikan manfaat lebih besar dari apa yang anda
keluarkan, misalnya anda membayar pegawai 1jt, tapi pegawai anda
sebenarnya setiap bulan menghasilkan lebih dari 1 jt pada anda, contoh
lain anda membayar biaya kursus, tapi dengan ketrampilan kursus yang
anda peroleh anda bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik. contoh lain
anda menghabiskan uang jalan-jalan keluar negri, tapi selama di luar
negri anda melirik peluang usaha baru di sana atau anda merealisasikan
apa yang anda lihat di luar sepulangnya anda di indo seperti yg
dilakukan johny andrean, ini adalah semua pengeluaran baik dan anda
tidak boleh pelit dalam hal ini
bila anda perhatikan sekeliling
anda, pengeluaran buruk lebih banyak dilakukan oleh pihak karyawan terutama karyawati), saya bukan mau menjelekan karyawan, tapi saya
hanya bicara berdasarkan apa yang saya lihat dari sekeliling dan teman2
saya (silahkan bandingkan saja juga dgn sekeliling anda), saya punya
teman wanita yang pengusaha dan teman wanita yang karyawan, si pengusaha
memiliki penghasilan lebih besar tapi biaya hidup lebih kecil,
sementara si karyawan memiliki penghasilan lebih kecil tapi biaya hidup
lebih besar, akibatnya hampir tiap bulan si karyawan mengalami masalah
kesulitan uang
para pakar menganjurkan agar pengeluaran buruk
sebaiknya berasal dari penghasilan passive income anda, bukan dari
active income anda (saya akan bahas active dan passive income bentar
lagi), jadi bila anda hanya memiliki active income, usahakan sesedikit
mungkin anda memikirkan tentang pengeluaran2 buruk ini.
2. Hutang Baik vs Hutang Buruk
kita diajarkan dari kecil oleh orang tua bahwa hutang itu buruk, tapi sebenarnya tidak selamanya hutang itu buruk, ada orang yang menjadi sangat kaya melalui hutang
anda beli mobil, hp dsb dengan nyicil? ini adalah hutang buruk, anda membayar lebih mahal ke sesuatu yang nilainya terus menurun tapi
bila anda berhutang untuk usaha atau properti, dimana hasil dari
properti atau usaha tersebut jauh lebih tinggi dari bunga hutang anda,
ini adalah hutang baik
3. Active Income vs Passive Income
Sebagian besar orang di dunia ini terlalu berfokus pada
active income, sementara orang super kaya berfokus pada passive income. active income ialah pendapatan yang didapat dari hasil kerja keras kita passive
income ialah pendapatan yang didapat tanpa atau dengan hanya sedikit
sekali bekerja, contoh passive income misalnya hasil investasi,
pendapatan dari suatu usaha yang jalan secara otomatis, misalnya anda
memberi indomart, properti yang anda sewakan, royalti dsb
bila anda ingin hidup senang tanpa dibebani oleh mencari uang, fokuslah pada passive income.
para
pakar menyarankan agar semua pengeluaran anda (terutama pengeluaran
buruk) sebaiknya berasal dari passive income dan tidak melebihi passive
income, sisanya diinvestasikan lagi ke passive income
Passive income - expense + reinvest = bigger passive income
bagi yang berfokus pada active income, saya rasa itu juga tidaklah masalah, tapi sebaiknya hasil dari active income anda besar, dan anda harus mulai berpikir bagaimana secara perlahan-lahan mengubah active income menjadi passive income. Semakin banyak passive income anda akan semakin kaya dan tenang, dan anda akan lebih mudah utk fokus mengembangkan usaha anda yang lain
4. Asset vs Liability
banyak orang menyepelekan ini, banyak org bahkan salah mengira sesuatu yang dia miliki sebagai aset, padahal sebenarnya adalah beban.
Sebagai
contoh : rumah atau mobil yang anda miliki bukanlah aset bila dia tidak
memberikan keuntungan materi berupa uang bagi anda, bila uang dan mobil
anda tidak bisa menghasilkan uang buat anda, itu bukan aset tapi beban.
Bila mobil dan rumah saja belum tentu aset, apalagi dengan komputer
anda, hp anda dsb itu jelas adalah beban yang nilainya terus menurun. Aset
bisa dalam berbagai macam bentuk, bukan juga seperti apa yg diajarkan
di pelajaran akuntansi, tapi yg saya bahas di sini ialah aset yang bisa
memberikan manfaat materi langsung bagi anda, misalnya bisa berupa
investasi anda, usaha anda, properti sewaan anda, mobil sewaan anda,
saham anda dsb
5. Cash Flow Quadrant
bila anda sudah baca bukunya, anda pasti tau bahwa sumber penghasilan bisa berasal dari 4 sumber, jadi karyawan, bekerja pada diri sendiri, bisnis dan investasi. silahkan baca aja buku itu, saya rasa itu buku yang sangat baik utk pengusaha
source http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000005159777/kemampuan-mengelola-keuangan---ilmu-dasar-dan-wajib-utk-entrepeneur/